1.
DFD
merupakan singkatan dari DATA FLOW DIAGRAM yang dapat
diartikan ialah ilustrasi alur sebuah sistem. Biasanya DFD banyak digunakan
oleh seseorang yang bekerja di bidang sistem informasi. Data Flow Diagram (DFD)
memberikan tampilan secara visual tentang aliran data dan informasi dari suatu
sistem. Visual dari DFD ini mengambarkan siapa saja yang terlibat pada sistem
tersebut dari start sampai finish. DFD sering kali dipakai untuk mengambarkan
suatu sistem yang sudah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model
yang sering digunakan, khususnya bila fungsi[1]fungsi
sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi
oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan
penekanan hanya pada fungsi sistem.
DFD
ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan
konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan
sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun
pembuat program.
Data
Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional
sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang
dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun
komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble
diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
DFD
pertama kali pengunaannya dipopulerkan oleh Larry
Constantine dan Ed Yourdon dalam structured analysis and design
technique. Notasi DFD memiliki acuan pada teori grafik yang awalnya digunakan
untuk penelitiaan operasional adlam permodelan alur kerja dalam suatu
organisasi. Terdapat banyak simbol yang mengambarkan DFD, satu dengan simbol
lain memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Pada tahun 1979 Tom DeMarco
menyimpulkan komponen DFD terdiri dari Entitas, Proses, Aliran dan Data Store.
2.
Setelah mengetahui pengertian dari DFD,
Adapun Fungsi dari
Data Flow Diagram adalah :
1. Data Flow Diagram adalah alat yang sangat berguna untuk komunikasi. Ini membantu untuk memberikan wawasan yang dapat diakses untuk yang belum tahu.
2. Komponen visual sangat penting. Perampingan dan transformasi ke dalam diagram memberikan pemahaman yang jelas tentang apa yang terjadi dengan sistem.Karena sistem notasi yang mudah diikuti, memungkinkan dicerna bahkan proses yang paling rumit dan memecahnya ke dalam bagan yang dapat dipahami.
3. Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
4. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
5.
DFD ini merupakan alat perancangan
sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat
digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah
dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
3. Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.
Agar
pemakai mengetahui dengan lingkungan mana saja sistem mereka berhubungan,
komponen terminator ini harus diberi nama sesuai dengan lingkungan luar yang
mempengaruhi sistem ini. Biasanya komponen terminator diberi nama dengan kata
benda.Selanjutnya adalah komponen proses. Komponen proses ini mewakili fungsi
sistem yang akan dilaksanakan atau menunjukkan bagaimana fungsi sistem
dilaksanakan oleh seseorang, sekelompok orang atau mesin. Maka sangatlah jelas
bahwa komponen ini perlu diberi nama yang tepat, agar siapa yang membaca DFD
khususnya pemakai akan merasa yakin bahwa DFD yang dibentuk ini adalah model
yang akurat.
Pemberian
nama pada komponen proses lebih baik menunjukkan aturan-aturan yang akan
dilaksanakan oleh seseorang dibandingkan dengan memberikan nama atau identitas
orang yang akan melaksanakannya. Karena nama untuk komponen proses lebih baik
menunjukkan tugas/fungsi sistem yang akan dilaksanakan, maka lebih baik
pemberian nama ini menggunakan kata kerja transitif.
2. Pemberian nomor pada komponen proses.
Nomor proses dapat diberikan dari kiri
ke kanan, atau dari atas ke bawah, atau dapat pula dilakukan dengan pola-pola
tertentu selama pemberian nomor ini tetap konsisten pada nomor yang
dipergunakan. Nomor-nomor proses yang diberikan terhadap komponen proses ini
tidak dimaksudkan bahwa proses tersebut dilaksanakan secara berurutan.
Pemberian nomor ini dimaksudkan agar pembacaan suatu proses dalam suatu diskusi
akan lebih mudah dengan hanya menyebutkan prosesnya saja jika dibandingkan
dengan menyebutkan nama prosesnya, khususnya jika nama prosesnya panjang dan
sulit.Maksud pemberian nomor pada proses yang lebih penting lagi adalah untuk
menunjukkan referensi terhadap skema penomoran secara hirarki pada levelisasi
DFD. Dengan kata lain, nomor proses ini merupakan dasar pemberian nomor pada
levelilasi DFD.
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.
Penggambaran yang enak untuk dilihat dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
·
Ukuran dan bentuk proses.
Beberapa pemakai kadang-kadang merasa bingung bila ukuran proses satu berbeda dengan proses yang lain. Mereka akan mengira bahwa proses dengan ukuran yang lebih besar akan diduga lebih penting dari proses yang lebih kecil. Hal ini sebenarnya hanya karena nama proses itu lebih panjang dibandingkan dengan proses yang lain. Jadi, sebaiknya proses yang digambarkan memiliki ukuran danbentuk yang sama.
·
Alur data melingkar dan alur data
lurus.
Alur data dapat digambarkan dengan melingkar atau hanya garis lurus. Mana yang lebih enak dipandang tergantung siapa yang akan melihat DFD tersebut.Penggambaran DFD sesering mungkin - Data Flow Diagram
·
DFD dengan gambar tangan dan gambar
menggunakan mesin.
DFD dapat digambarkan secara manual atau dengan menggunakan bantuan mesin, tergantung pilihan pemakai atau profesional sistem.
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit.
Tujuan DFD adalah untuk membuat model fungsi yang harus dilaksanakan oleh suatu sistem dan interaksi antar fungsi. Tujuan lainnya adalah agar model yang dibuat itu mudah dibaca dan dimengerti tidak hanya oleh profesional sistem yang membuat DFD, tetapi juga oleh pemakai yang berpengalaman dengan subyek yang terjadi. Hal ini berarti DFD harus mudah dimengerti, dibaca, dan menyenangkan untuk dilihat.
Pada banyak masalah, DFD yang dibuat tidak memiliki terlalu banyak proses (maksimal enam proses) dengan data store, alur data, dan terminator yang berkaitan dengan proses tersebut dalam satu diagram.
Bila terlalu banyak proses, terminator, data store, dan alur data digambarkan dalam satu DFD, maka ada kemungkinan terjadi banyak persilangan alur data dalam DFD tersebut. Persilangan alur data ini menyebabkan pemakai akan sulit membaca dan mengerti DFD yang terbentu. Jadi semakin sedikit adanya persilangan data pada DFD, maka makin baik DFD yang dibentuk oleh profesional sistem.
Persilangan alur data ini dapat dihindari dengan menggambarkan DFD secara bertingkat-tingkat (levelisasi DFD), atau dengan menggunakan pemakaian duplikat terhadap komponen DFD.Komponen DFD yang dapat menggunakan duplikat hanya komponen store dan terminator. Pemberian duplikat ini juga tidak dapat diberikan sesuka profesional sistem yang membuat DFD, tetapi makin sedikit pemakaian duplikat, makin baik DFD yang terbentuk.Pemberian duplikat terhadap data store dilakukan dengan memberikan simbol garis lurus (x) atau asterik (*), sedangkan untuk terminator menggunakan simbol garis miring (/) atau asterik (*). Banyaknya pemberian simbol duplikat pada duplikat yang digunakan tergantung banyaknya duplikat yang digunakan.
5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika.
Penggambaran DFD harus konsisten
terhadap kelompok DFD lainnya. Profesional sistem menggambarkan DFD berdasarkan
tingkatan DFD dengan tujuan agar DFD yang dibuatnya itu mudah dibaca dan
dimengerti oleh pemakai sistem. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan atau
syarat membuat DFD.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar