1. Pada
era globalisasi dan informasi saat ini, peranan sistem informasi telah menjadi
salah satu syarat mutlak atau kunci keberhasilan yang harus dipahami dan
diterapkan oleh seluruh organisasi, baik swasta (private) maupun publik
(government). Hampir seluruh aktivitas organisasi, seperti aktivitas
pemerintahan, usaha/bisnis, perbankan, pelayanan kepada pelanggan atau konsumen
(customer), pengambilan keputusan, formulasi strategi kompetitif organisasi,
dan berbagai ragam aktivitas lainnya tidak dapat terlepas dari sistem
informasi. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan sistem informasi secara
benar dan tepat pada semua level organisasi, mulai dari level operasional
(pelaksana teknis) hingga level pimpinan puncak (top leader) akan sangat
mempengaruhi pencapaian keberhasilan organisasi. Sebelum lebih jauh membahas
tentang pengertian sistem, harus mengetahui asal kata dari sistem tersebut.
Pengertian sistem dapat ditelusuri dari sisi asal katanya, yakni dari Bahasa Inggris yang disebut sebagai system. Seluruh Kamus Inggris-Indonesia menerjemahkan kata system sebagai susunan (Echols dan Shadily, 1995). Misalnya yang terdapat dalam kata sistem syaraf berarti susunan syaraf, sistem jaringan berarti susunan jaringan, dan lain sebagainya.
Sistem dalam bahasa Latin ( systēma) dan Yunani ( sustēma ), arti kata sistem dari bahasa tersebut adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen dan elemen yang dihubungkan untuk memudahkan aliran materi, informasi atau energi untuk mencapai tujuan tertentu. Sekumpulan elemen yang saling berkaitan & saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Pencapaian tujuan dimaksud menyebabkan timbulnya dinamika, perubahan yang terus-menerus perlu dikembangkan dan dikendalikan. Mengacu pada definisi atau pengertian sistem sebagaimana yang telah diuraikan, dapat dinyatakan bahwa sistem sebagai gugus dari elemen-elemen yang saling berinteraksi secara teratur.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. Jadi dalam area sistem informasi, terminologi sistem digunakan untuk menjelaskan sekumpulan komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan umum, yaitu dalam menerima masukan-masukan dan menghasilkan keluaran-keluaran dalam suatu proses transformasi yang terorganisir. Sistem yang demikian sering disebut sebagai suatu sistem yang dinamis.
2. Setelah
mengetahui pengertian dari sistem,adapun contoh sistem dalam kehidupan
sehari-hari yaitu sebagai berikut :
·
E commerce
Contoh penerapan sistem informasi selanjutnya adalah e
commerce atau perdagangan online. Ini mungkin salah satu contoh yang paling
banyak diterapkan dan dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak sekali layanan e commerce yang tersebar di masyarakat Indonesia pada
masa sekarang.Perdagangan online ini cara kerjanya juga mempermudah proses
perdagangan yang ada. Metode kerjanya pun mudah dimana seseorang hanya perlu
memasukkan pencarian barang yang diinginkan lalu pilih beli. Nanti komponen
sistem informasi berupa output akan muncul yakni barang yang dibeli tadi.
·
E-Learning
E learning atau electronic learning merupakan sistem
informasi yang diterapkan dalam sekolahan. Penerapan sebuah data yang diproses
dan disebarkan melalui teknologi. Banyak sekali manfaat dari hadirnya sistem
informasi di bidang pendidikan ini, diantaranya kemudahan. Kemudahan yang
ditawarkan tidak hanya berupa penghematan waktu, tapi juga penghematan kertas.
Karenanya contoh dari sistem informasi ini sangat berguna dan banyak digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
·
Video Call
Ini adalah sistem informasi yang tempat penerapannya
ada di handphone. Cara kerjanya sangat luar biasa mudah tinggal mendownload
aplikasi yang menyediakan fasilitas video call. Selanjutnya tinggal melakukan
pendaftaran melalui nomor telepon.Pada zaman sekarang banyak sekali aplikasi
yang menyediakan fasilitas video call bahkan fasilitas tersebut sudah merupakan
bawaan dari handphone. Biasanya fasilitas video call ini menjadi satu dengan
aplikasi chatting yang menggunakan kuota internet sebagai sarananya. Sehingga
untuk melakukan video call ini pastikan kamu memiliki koneksi internet.
·
Sistem
Layanan Mahasiswa
Sistem layanan ini adalah contoh sistem informasi yang
dibuat untuk memudahkan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan akademik maupun
non akademik di kampusnya.Contohnya, dengan adanya sistem layanan mahasiswa
ini, mahasiswa sebagai pengguna dapat mengakses informasi kegiatan akademis,
informasi nilai, atau kegiatan akademik lainnya. Dari sistem layanan ini,
mahasiswa juga bisa mendaftar mata kuliah yang akan diambil setiap semester.
3. Bisa,karena
sistem dan informasi saling berhubungan dan berkaitan erat satu sama lain.
Secara Etimologi
Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang
diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep,
ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas
dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”. Banyak orang menggunakan istilah “era
informasi”, “masyarakat informasi,” dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu
informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata “informasi” sering
dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.
Sistem informasi
adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses
sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai
bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan
tindakan. Dan merupakan gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat
lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan,
mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.Terdapat empat langkah
dalam membangun suatu sistem informasi, yaitu menentukan serta mengetahui
masalah, menyediakan solusi alternatif, memilih solusi, dan mengimplementasikan
solusi yang dipilih. Ketiga langkah pertama disebut sebagai analisis sistem.
Tujuan dari sistem
informasi adalah menghasilkan informasi. Sistem informasi selalu melibatkan
data-data penting dimana data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para
pemakainya. Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu
informasi. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar
sebagai berikut: tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu
(timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak
didukung oleh tiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang
berguna, tetapi merupakan sampah (garbage).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar