Kamis, 03 Desember 2020

PERILAKU POLITIS DALAM ORGANISASI

 


Politis atau biasa disebut dengan politik merupakan proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Dan saat ini kita akan bahas mengenai apa itu perilaku politis merupakan perilaku yang berkaitan dengan proses politik. Yaitu interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan,pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. Perilaku politik dibagi dua menjadi perilaku politik lembaga-lembaga dan para pejabat pemerintah yang bertanggung jawab membuat, melaksanakan dan menegakkan keputusan politik dan perilaku politik warga negara biasa yang tidak berwenang tetapi dapat memengaruhi pihak pembuat keputusan politik (partisipasi politik).

 

Setelah kita mengetahui pengertian secara umum mengenai politis dan perilaku politis selanjutnya akan dibahas mengenai Perilaku Politis yang Umum dibagi menjadi 4 :

 

1.      INDUCEMENT

Adalah suatu tindakan memberikan sesuatu atas perilaku yang dikerjakan. Maksudnya adalah jika seseorang mengambil keputusan untuk melakukan suatu kegiatan secara otomatis itu disebut mengambil tindakan yang dimana  dari kegiatan tersebut akan menghasilkan keuntungan baik dari sisi pengambil tindakan ataupun sisi orang yang ikut didalamnya.

 Contoh :

Pelaksanakan pemilu atau pemilihan umum yang dimana melibatkan tidak hanya satu atau dua orang saja tetapi seluruh masayarakat Indonesia yang sudah memenuhi persyaratan dalam kegiatan tersebut. Secara tidak langsung harus terdapat pembentukan panitia disetiap wilayah yang ingin melaksanakan pemilu agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Dengan begitu seluruh panitia akan melaksanakan perundingan guna membicarakan susunan kegiatan tersebut,dalam perundingan tersebut terjadi yang namanya perbedaan pendapat antara panitia 1 dengan yang lainnya. Dari perundingan tersebut harus mencapi kata mufakat. Dengan kata lain seorang ketua dalam perundingan tersebut harus bisa mengambil keputusan atau tindakan yang dimana harus mengambil titik adil dalam mengambil keputusan,agar seluruh anggota panitia tidak ada yang keberatan satu sama lain dalam pelaksanaan tersebut atau dapat dibilang tidak ada yang saling merasa paling benar. Dari tindakan yang dilakukan oleh ketua panitia akan dapat menghasilkan sesuatu yaitu seluruh anggota dapat menerima dengan adil apa yang menjadi keputusan tersebut guna melancarkan kegiatan pemilu sehingga dari sisi masyarakat dapat diterima dengan baik dan mendapat kritik yang membangun dari tindakan kegiatan tersebu. Hal tersebut menjadi penghargaan panitia karena telah mengatur kegiatan tersebut berjalan dengan lancar,yang dimana dari pelaksanaan kegiatan tersebut masyarakat akan lebih dapat berpartisipasi dari kegiatan yang seharusnya dilaksanakan. Dimana sebagai masyarakat Indonesia dapat turut adil memberikan hak suaranya.

2.     PERSUASION

 

Adalah suatu tindakan mempengaruhi perilaku seseorang dalam organisasi,maksudnya adalah di dalamnya terdapat tingkah laku atau tindakan seseorang, juga cara berfikir seseorang yang di dalam dirinya merasa bahwa apa yang telah dilakukannya akan berkaitan dengan sebuah situasi dan juga nilai yang ada di dalam dirinya dan dapat mempengaruhi dari adanya daya pendorong seseorang dalam melakukan motivasi pada orang lain yang ada disekitarnya. Sehingga dalam hal ini juga bisa menimbulkan sebuah pengalaman yang cukup baik.

 Contoh :

 MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK DI DESA KAPITU

Pada dasarnya, perilaku politik tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang itu. Berbicara perilaku politik pemerintah adalah sangat penting sekali, sejalan dengan sifat dan watak asli kepribadian seorang pemimpin itu yang berlandaskan pada demokrasi, dimana sifat demokratis ini sangat di harapkan oleh masyarakat, agar tercipta suatu partisipasi politik yang merupakan upaya untuk memajukan kecerdasan kehidupan bangsa.Perilaku politik juga sering diartikan suatu tindakan pelayanan publikterhadap masyarakat secara baik dan berkenan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu perilaku politik yang baik dari pemerintah guna meningkatkan suatu kesadaran politik dari masyarakat, sehingga masyarakat dapat berpatisipasi dalam setiap kegiatan-kegiatan politik. .Demikian juga halnya dengan perilaku politik pemerintah terhadap partisipasi politik masyarakat, ada hubungan erat dengan artikulasi aspirasi masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, bahwa artikulasi aspirasi yang tidak lain adalah kebutuhan-kebutuhan atau keinginan-keinginan yang sedang di rasakan oleh masyarakat, merupakan motif yang mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pembangunan politik. Dan pengertian artikulasi aspirasi ini antara lain dapat di wujudkan dengan mengikut sertakan masyarakat untuk rencana pembangunan serta pembuatan kebijakan. Dengan adanya perilaku politik ini, masyarakat lebih mengenal dan memahami etika, moral, dan nilai-nilai politik pemerintah, yang kemudian akan mempengaruhi partisipasi politiknya. Dapat disimpulkan bahwa tindakan pemerintah yang diambil harus dapat mempengaruhi masyarakat atau suatu organisasi sesuai dengan perilaku persuasion.


3.     CREATION OF AN OBLIGATION

Merupakan suatu ikatan dengan mana seseorang terikat atau berkewajiban untuk melakukan hal tertentu yang muncul dari rasa kewajiban. Artinya setiap perilaku seseorang akan diikuti oleh peraturan yang dimana itu merupakan suatu ikatan yang dimana seseorang akan melukakan kegiatan tersebut guna memenuhi kewajibannya.

Contoh :

Dalam kegiatan politis pasti membentuk suatu organisasi yang dimana organisasi tersebut didalamnya terdapat dua orang atau lebih. Organisi dibuat untuk dapat mencapai suatu tujuan bersama. Didalam organisasi terdapat susunan penanggung jawab atas organisasi tersebut. Seperti ketua,wakil sampai dengan anggota dari amanah yang sudah diberikan tersebut seseorang akan merasa bahwa memiliki suatu ikatan yang harus dikerjakan dan dilaksanakan dengan itulah akan muncul rasa kewajiban dan wajib untuk dilakukan sebagai penangung jawab. Misal

a.  Menjunjung tingi nama, citra, dan kehormatan organisasi

b. Menaati dan melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik, serta semua peraturan dan keputusan organisasi yang berlaku

c. Bekerja sama dengan sesama anggota yang lain

d. Melaksanakan tugas yang dipercayakan organisasi

e. Membayar iuran dan kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jika semua orang yang terdapat didalam organisasi tersebut melaksanakan masing-masing kewajibannya maka organisasi tersebut dapat berkembang dan dikatakan baik untuk di jalankan. Hal ini dapat memberi dampak positif bagi setiap anggota organisasi.

 

4.     COERCION

Ialah memaksa pihak lain untuk berperilaku secara spontan (baik melalui tindakan atau tidak bertindak) dengan menggunakan ancaman,hadiah, atau intimidasi atau bentuk lain tenakan atau kekuatan. Dapat dilihat dari segi pengertian bahwa perilaku ini akan memberikan dampak negatif dan tidak mendapat keuntungan dari pihak manapun.

Contoh :

Mengadakan kampanye berujung imbalan

Dalam dunia politis pasti melaksanakan perebutan kekuasaan yang dimana seseorang yang menjabat dibangku tersebut akan tergeser atau memang masa jabatan yang sudah waktunya. Didalam pemegang kekuasaan tersebut akan terjadi kekosongan kekuasaan yang dimana harus terdapat seseorang yang menggantikan posisi tersebut. Setiap dewan atau pejabat akan melakukan tindakan apapun agar mendapatkan kursi tersebut. Kita dapat mengambil contoh dari pergantian presiden dan wakil presiden setiap 5 tahun sekali yang dimana setelah 5 tahun menjabat harus ada yang menggantikan atau lanjut 2 periode. Kegiatan yang dilakukan presiden dan wakil presiden setelah jabatannya habis akan melakukan kampanye secara besar-besarran agar para masyarakat dapat memilih mereka dengan segala program-program yang akan di laksanakan setelah terpilih sampai dengan melakukan kampanye dengan memberikan bantuan berupa uang,kaos,dapat bergabung didalam partai organisasinya dan sebagainya. Dengan cara tersebut sebagian masyarakat dengan senang menerimanya dengan spontan dan tanpa berfikir panjang padahal sebenarnya masyarakat tersebut sedang dipengaruhi oleh perilaku Coercion. Hal tersebutlah yang menggambarkan memaksa pihak lain berperilaku spontan. Dari hal ini kita sebagai masyarakat harus bisa berfikir cerdas agar tidak dipengaruhi perilaku seperti itu oleh setiap organisasi.





???




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengantar Komputer & TI_Simbol-Simbol Flowchart

  Simbol-simbol yang biasa digunakan dalam flowchart dibagi menjadi 3 bagian diantaranya: 1.      Flow direction symbols Simbol ini biasan...