Politis atau biasa disebut dengan politik merupakan proses
pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud
proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Dan saat ini kita akan
bahas mengenai apa itu perilaku politis merupakan
perilaku yang berkaitan dengan proses politik. Yaitu interaksi antara
pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan,pelaksanaan dan
penegakan keputusan politik. Perilaku politik dibagi dua menjadi perilaku
politik lembaga-lembaga dan para pejabat pemerintah yang bertanggung jawab
membuat, melaksanakan dan menegakkan keputusan politik dan perilaku politik
warga negara biasa yang tidak berwenang tetapi dapat memengaruhi pihak pembuat
keputusan politik (partisipasi politik).
Setelah kita mengetahui pengertian secara umum
mengenai politis dan perilaku politis selanjutnya akan dibahas mengenai Perilaku
Politis yang Umum dibagi menjadi 4 :
1.
INDUCEMENT
Adalah
suatu tindakan memberikan sesuatu atas perilaku yang dikerjakan. Maksudnya adalah
jika seseorang mengambil keputusan untuk melakukan suatu kegiatan secara
otomatis itu disebut mengambil tindakan yang dimana dari kegiatan tersebut akan menghasilkan
keuntungan baik dari sisi pengambil tindakan ataupun sisi orang yang ikut
didalamnya.
Pelaksanakan
pemilu atau pemilihan umum yang dimana melibatkan tidak hanya satu atau dua
orang saja tetapi seluruh masayarakat Indonesia yang sudah memenuhi persyaratan
dalam kegiatan tersebut. Secara tidak langsung harus terdapat pembentukan
panitia disetiap wilayah yang ingin melaksanakan pemilu agar kegiatan tersebut
dapat berjalan dengan lancar. Dengan begitu seluruh panitia akan melaksanakan
perundingan guna membicarakan susunan kegiatan tersebut,dalam perundingan
tersebut terjadi yang namanya perbedaan pendapat antara panitia 1 dengan yang
lainnya. Dari perundingan tersebut harus mencapi kata mufakat. Dengan kata lain
seorang ketua dalam perundingan tersebut harus bisa mengambil keputusan atau
tindakan yang dimana harus mengambil titik adil dalam mengambil keputusan,agar
seluruh anggota panitia tidak ada yang keberatan satu sama lain dalam
pelaksanaan tersebut atau dapat dibilang tidak ada yang saling merasa paling
benar. Dari tindakan yang dilakukan oleh ketua panitia akan dapat menghasilkan
sesuatu yaitu seluruh anggota dapat menerima dengan adil apa yang menjadi
keputusan tersebut guna melancarkan kegiatan pemilu sehingga dari sisi
masyarakat dapat diterima dengan baik dan mendapat kritik yang membangun dari
tindakan kegiatan tersebu. Hal tersebut menjadi penghargaan panitia karena
telah mengatur kegiatan tersebut berjalan dengan lancar,yang dimana dari pelaksanaan
kegiatan tersebut masyarakat akan lebih dapat berpartisipasi dari kegiatan yang
seharusnya dilaksanakan. Dimana sebagai masyarakat Indonesia dapat turut adil
memberikan hak suaranya.
2.
PERSUASION
Adalah suatu tindakan
mempengaruhi perilaku seseorang dalam organisasi,maksudnya adalah di dalamnya
terdapat tingkah laku atau tindakan seseorang, juga cara berfikir seseorang
yang di dalam dirinya merasa bahwa apa yang telah dilakukannya akan berkaitan
dengan sebuah situasi dan juga nilai yang ada di dalam dirinya dan dapat mempengaruhi
dari adanya daya pendorong seseorang dalam melakukan motivasi pada orang lain
yang ada disekitarnya. Sehingga dalam hal ini juga bisa menimbulkan sebuah
pengalaman yang cukup baik.
Pada dasarnya, perilaku politik tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang itu. Berbicara perilaku politik pemerintah adalah sangat penting sekali, sejalan dengan sifat dan watak asli kepribadian seorang pemimpin itu yang berlandaskan pada demokrasi, dimana sifat demokratis ini sangat di harapkan oleh masyarakat, agar tercipta suatu partisipasi politik yang merupakan upaya untuk memajukan kecerdasan kehidupan bangsa.Perilaku politik juga sering diartikan suatu tindakan pelayanan publikterhadap masyarakat secara baik dan berkenan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu perilaku politik yang baik dari pemerintah guna meningkatkan suatu kesadaran politik dari masyarakat, sehingga masyarakat dapat berpatisipasi dalam setiap kegiatan-kegiatan politik. .Demikian juga halnya dengan perilaku politik pemerintah terhadap partisipasi politik masyarakat, ada hubungan erat dengan artikulasi aspirasi masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, bahwa artikulasi aspirasi yang tidak lain adalah kebutuhan-kebutuhan atau keinginan-keinginan yang sedang di rasakan oleh masyarakat, merupakan motif yang mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pembangunan politik. Dan pengertian artikulasi aspirasi ini antara lain dapat di wujudkan dengan mengikut sertakan masyarakat untuk rencana pembangunan serta pembuatan kebijakan. Dengan adanya perilaku politik ini, masyarakat lebih mengenal dan memahami etika, moral, dan nilai-nilai politik pemerintah, yang kemudian akan mempengaruhi partisipasi politiknya. Dapat disimpulkan bahwa tindakan pemerintah yang diambil harus dapat mempengaruhi masyarakat atau suatu organisasi sesuai dengan perilaku persuasion.
3.
CREATION OF AN OBLIGATION
Merupakan
suatu ikatan dengan mana seseorang terikat atau berkewajiban untuk melakukan
hal tertentu yang muncul dari rasa kewajiban. Artinya setiap perilaku seseorang
akan diikuti oleh peraturan yang dimana itu merupakan suatu ikatan yang dimana
seseorang akan melukakan kegiatan tersebut guna memenuhi kewajibannya.
Contoh
:
Dalam
kegiatan politis pasti membentuk suatu organisasi yang dimana organisasi
tersebut didalamnya terdapat dua orang atau lebih. Organisi dibuat untuk dapat
mencapai suatu tujuan bersama. Didalam organisasi terdapat susunan penanggung
jawab atas organisasi tersebut. Seperti ketua,wakil sampai dengan anggota dari
amanah yang sudah diberikan tersebut seseorang akan merasa bahwa memiliki suatu
ikatan yang harus dikerjakan dan dilaksanakan dengan itulah akan muncul rasa
kewajiban dan wajib untuk dilakukan sebagai penangung jawab. Misal
a.
Menjunjung tingi nama, citra, dan
kehormatan organisasi
b.
Menaati dan melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik,
serta semua peraturan dan keputusan organisasi yang berlaku
c.
Bekerja sama dengan sesama anggota yang lain
d.
Melaksanakan tugas yang dipercayakan organisasi
e.
Membayar iuran dan kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jika
semua orang yang terdapat didalam organisasi tersebut melaksanakan
masing-masing kewajibannya maka organisasi tersebut dapat berkembang dan
dikatakan baik untuk di jalankan. Hal ini dapat memberi dampak positif bagi
setiap anggota organisasi.
4.
COERCION
Ialah
memaksa pihak lain untuk berperilaku secara spontan (baik melalui tindakan atau
tidak bertindak) dengan menggunakan ancaman,hadiah, atau intimidasi atau bentuk
lain tenakan atau kekuatan. Dapat dilihat dari segi pengertian bahwa perilaku
ini akan memberikan dampak negatif dan tidak mendapat keuntungan dari pihak
manapun.
Contoh
:
Mengadakan
kampanye berujung imbalan
Dalam
dunia politis pasti melaksanakan perebutan kekuasaan yang dimana seseorang yang
menjabat dibangku tersebut akan tergeser atau memang masa jabatan yang sudah
waktunya. Didalam pemegang kekuasaan tersebut akan terjadi kekosongan kekuasaan
yang dimana harus terdapat seseorang yang menggantikan posisi tersebut. Setiap dewan
atau pejabat akan melakukan tindakan apapun agar mendapatkan kursi tersebut. Kita
dapat mengambil contoh dari pergantian presiden dan wakil presiden setiap 5
tahun sekali yang dimana setelah 5 tahun menjabat harus ada yang menggantikan
atau lanjut 2 periode. Kegiatan yang dilakukan presiden dan wakil presiden
setelah jabatannya habis akan melakukan kampanye secara besar-besarran agar
para masyarakat dapat memilih mereka dengan segala program-program yang akan di
laksanakan setelah terpilih sampai dengan melakukan kampanye dengan memberikan
bantuan berupa uang,kaos,dapat bergabung didalam partai organisasinya dan
sebagainya. Dengan cara tersebut sebagian masyarakat dengan senang menerimanya
dengan spontan dan tanpa berfikir panjang padahal sebenarnya masyarakat
tersebut sedang dipengaruhi oleh perilaku Coercion.
Hal tersebutlah yang menggambarkan memaksa pihak lain berperilaku spontan. Dari
hal ini kita sebagai masyarakat harus bisa berfikir cerdas agar tidak
dipengaruhi perilaku seperti itu oleh setiap organisasi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar