KUIZ !
1. Pengambilan keputusan sebagai
suatu bentuk pemecahan masalah mempunyai atau memiliki fungsi dan
tujuan.Sebutkan dan jelaskan fungsi dan tujuan pengambilan keputusan !
2. Ada
beberapa unsur atau komponen dari pengambilan keputusan.Sebutkan unsur-unsur
tersebut !
3. Apa perbedaan pengambilan
keputusan yang dilakukan secara ilmiah dengan pengambilan keputusan yang
dilakukan tidak dengan ilmiah !
Jawab :
SOAL NO.1
Sebelum kita mengetahui fungsi dan tujuan dari pengambilan
keputusan sebagai bentuk pemecahan masalah kita bahas dulu apa itu pengertian
dari pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan diawali dari
adanya suatu masalah dalam melakukan sesuatu atau terjadi sesuatu hal yang
tidak diingkan saat sedang melakukan kegiatan. Dimana setiap masalah pasti
terdapat solusi dalam menyelesaikannya. Dan pada hakikatnya suatu kegiatan
pasti tidak ada yang berjalan sempurna dalam melaksanakannya karena manusia
pasti memiliki kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Jadi pengambilan
keputusan adalah suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa
pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia.Setiap
proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.Keputusan
dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan.Dalam
pengambilan keputusan pasti memiliki fungsi dan tujuannya.
Fungsi Pengambilan Keputusan :
- Awal dari semua
aktivitas manusia yg sadar dan ter-arah, baik secara individual maupun
secara kelompok, baik secara institusional maupun secara organisasional.
ü
Maksud dari secara institusional
adalah dimana mengenai lembaga atau bersifat kelem-bagaan:
Struktur
institusional serta mekanisme administrasinya perlu disempurnakan. Misal
didalam suatu lembaga terdapat penyesuaian yang belum tepat dan masih terdapat
kesalahan maka hal tersebut harus dilakukan perevisian atau penyelesaikan
sampai sempurna.
ü
Maksud
dari secara organisasional adalah bidang
studi yang mempelajari pengaruh yang dimiliki oleh individu,kestudi yang
mempelajari pengaruh yang dimiliki oleh individu,kelompok, dan struktur
terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan bidang ini agar
organisasi menjadi lebih efektif.
- Suatu yang bersifat futuristik,
artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yg
akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup
lama.Maksud dari penjelasan tersebut adalah dimana keputusan yang diambil
dalam menyelesaikan suatu masalah
saat ini akan menentukan bagaimana keberlangsungan kegiatan
selanjutnya apakah akan berjalan lancar ataupun mengalami masalah yang
terulang sebelumnya.
Setelah mengetahui fungsi dari pengambilan keputusan,maka
selanjutnya membahas apa itu tujuan dari pengambilan keputusan :
Tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan atas dua, yaitu :
- Tujuan yang bersifat tunggal,
terjadi apabila keputusan yg dihasilkan hanya menyangkut satu masalah,
artinya bahwa sekali diputuskan, tidak akan ada kaitannya dgn masalah
lain.
- Tujuan yang bersifat ganda,
terjadi apabila keputusan yg dihasilkan itu menyangkut lebih dari satu
masalah, artinya bahwa satu keputusan yg diambil itu sekaligus memecahkan
dua masalah atau lebih, yang bersifat tidak kontradiktif.
SOAL NO.2
Setelah kita mengetahui pengertian,fungsi dan tujuan pengambilan
keputusan selanjutnya akan membahasa tentang unsur-unsur dalam pengambilan
keputusan.
Agar pengambilan keputusan dapat lebih terarah, maka perlu
diketahui unsur-unsur atau komponen-komponen pengambilan keputusan, yaitu :
1. Tujuan
dari pengambilan keputusan
Dalam mengambil keputusan harus memiliki
tujuan agar dalam tindakan tersebut jelas dan tidak ada penyesalan dikemudian
hari.
Misalnya : jika anda akan membeli kendaraan baru, maka anda harus mengetahui
lebih dahulu tujuannya.
2. Identifikasi
alternatif-alternatif keputus-an untuk memecahkan masalah.
Membuat rencana lain
sebagai cadangan sekiranya rencana utama tidak berjalan dengan lancer atau
mengealam permasalahan. Untuk itu perlu kiranya membuat daftar macam-macam
tindakan yg memungkin-kan untuk mengadakan pilihan. Missal membuat plan A,B,C
sampai dengan yang paling memukinkan dapat teratasi.
3. Memperhitungan
mengenai faktor-faktor yg dapat diketahui sebelumnya atau di luar jangkauan
manusia.
Keberhasilan setiap alternatif keputusan dikaitkan dengan tujuan yang
dikehendaki, ini sangat tergantung pada keadaan yang mungkin berada di luar
jangkauan manusia. Peristiwa di luar jangkauan manusia adalah peristiwa yang
dapat dibayangkan se-belumnya, namun manusia tidak sanggup atau kurang berdaya
untuk mengatasinya. Keputusan untuk membeli mobil baru itu perlu dikaitkan
dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, misalnya : biaya pembelian bensin karena
hal ini akan berpengaruh terhadap penghematan bagi pemakaian kendaraan
tersebut. Anda dapat memprediksi harga bensin nantinya sebagai peristiwa di
luar jangkauan manusia.
4. Sarana
atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan.
Adanya sarana dan alat
untuk mengevaluasi atau mengukur keberhasilan dari pengambil-an keputusan itu.
Selanjutnya alternatif-alternatif keputusan dan peristiwa di luar jangkauan
manusia itu perlu dirinci dengan menggunakan
sarana/alat untuk mengukur pengeluaran yg perlu dilakukan dari setiap
alternatif kombinasi keputusan di luar jangkauan manusia tersebut.
SOAL NO.3
Apakah terdapat ketentuan dalam pengambilan keputusan?apakah harus secara ilmiah atau tidak?apakah2 hal tersebut berbeda?mari kita bahas😉
Ternyata
dalam pengambilan keputsan terdapat 2 perbedaan yaitu pengambilan keputusan
secara ilmiah dan pengambilan keputusan secara tidak ilmiah. Sebelum membahas
mengenai perbedaan tersebut kita harus mengetahui apa pengertian dari “ILMIAH”
adalah bersifat ilmu,secara ilmu pengetahuan yang dimana memenuhi
syarat (kaidah) ilmu pengetahuan tetapi menggunakan bahasa umum
sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Jadi
pengambilan keputusan secara ilmiah adalah keputusan yang diambil
tersebut dijadikan sebagai hasil,untuk pemecahan masalah setelah melalui
pemikiran secara rasional dimana keputusan tersebut yang diambil masuk
akal,sehingga dapat mudah dipahami oleh penalaran manusia.pengambilan tersebut
juga dilakukan secara empiris maksudnya cara-cara yang diambil dalam
pengambilan keputusan tersebut dapat diamati oleh indera manusia,sehingga orang
lain juga dapat mengerti cara yang digunakan dalam pengambilan keputusan
tersebut. Selain itu digunakan juga
langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Sehingga keputusan tersebut
layak dalam digunakan dalam pemecahan masalah.
Sedangkan
pengambilan keputusan tidak dengan ilmiah biasanya keputusan yang dihasilkan
hanya berdasar instuisi atau kejadian dimasa lalu yang dijadikan sebagai
landasan dalam pengambilan keputusan sehingga terkadang keputusan yang
dihasilkan kurang relevan dengan kejadian yamg sesungguhnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar